Kisah Beberapa Hari Sebelum Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad Saw. baru saja kembali dari ziarah maqam para shahabat, ketika Malaikat Jibril menemui Beliau dan mengajukan dua pilihan. Apakah Rasulullah menginginkan dunia dan segala isinya, atau bertemu Allah Swt? Dan Rasulullah Saw memilih opsi kedua.

Setibanya di rumah, Aisyah ra. menyambut Rasulullah seraya berkata; “Wahai Rasul, kepalaku pusing.” Rasulullah pun tersenyum, “Demi Allah wahai istriku, kepalaku juga pusing sekali.” Lalu Rasulullah bertanya kepada Aisyah sambil bersenda gurau, “Apa yang menjadi beban pikiranmu, bila engkau meninggal duluan sebelum aku?”

Sambil bersenda mesra Aisyah menjawab, “Demi Allah, jika demikian wahai Muhammad, Engkau tinggal menjumpai istri-istrimu yang lain.” Rasulullah tersenyum mendengar jawaban Aisyah, dan Beliau tidur pada malam itu dalam keadaan sakit, permulaan sakit Rasulullah yang menyebabkan wafatnya beliau.

Nabi Muhammad Saw, Aisyah, Fathimah ra

Karena merasa pusingnya agak berkurang, Rasulullah keluar dan berkhutbah di hadapan ummatnya. Pada hari itu juga, Rasulullah masih sempat shalat magrib berjamaah bersama para shahabat, merupakan khutbah terakhir Rasulullah dan shalat terakhir beliau bersama para sahabat dan pengikutnya.

Nabi Muhammad Saw. membebaskan semua hamba sahayanya, dan menghibahkan seluruh peralatan perangnya kepada kaum muslimin.

Ketika kaum muslimin sedang menunaikan sholat shubuh berjama’ah dan Abu Bakar r.a bertindak sebagai imam. Rasulullah membuka pintu rumahnya yang bersebelahan dengan jama’ah shalat. Rasulullah tersenyum dan menutup kembali pintu rumahnya. Itu adalah kali terakhir para shahabat melihat Rasulullah sebelum beliau wafat. Dan juga kali terakhir Rasulullah melihat para shahabat dan saat itu mereka dalam keadaan sedang shalat.

Nabi Muhammad Saw, Aisyah, Fathimah ra

Fathimah ra. putri Rasulullah Saw mendatangi beliau dan duduk di sebelah kanan Rasulullah. “Selamat datang wahai putriku.” Sapa Rasulullah. Lalu beliau membisikkan sesuatu kepada Fathimah, seketika Fatimah menangis. Rasulullah membisikkan untuk kedua kalinya dan seketika itu pula Fatimah tertawa.

“Apa yang dikatakan Rasulullah Saw kepadamu?” Tanya Aisyah ra. “Pertama, Rasulullah membisikkan kepadaku; ‘Bahwa Malaikat Jibril biasanya menemuinya sekali dalam setahun untuk membacakan ayat-ayat Al-Qur’an. Namun, tahun ini Jibril dua kali menemuinya. Ini mungkin pertanda ajalnya sudah dekat’. Makanya aku menangis.” Jawab Fatimah ra. Lalu Fatimah melanjutkan, “Yang kedua, Rasulullah menanyakan, ‘Apa kamu bersedia menjadi yang pertama dari keluargaku yang akan melanjutkan perjuanganku? Atau bersediakah engkau menjadi ‘Ibu bagi orang-orang yang beriman?’ Dan aku tertawa haru mendengar pertanyaan itu.” tuntas Fatimah ra.

Nabi Muhammad Saw, Aisyah, Fathimah ra

Di detik-detik terakhir, datang Abdurrahman bin Abubakar dan ia membawa siwak. Aisyah melihat Rasulullah memperhatikan siwak tersebut, dan lewat isyarat, istrinya tahu Beliau seperti ingin bersiwak saat itu. Lalu Rasulullah duduk bersandar pada Abdurrahman. Aisyah ra. langsung tanggap dan meminta siwak dari Abdurrahman agar Rasulullah bisa bersiwak, dan bersiwak adalah pekerjaan Rasulullah yang terakhir sebelum menemui ajal.

Setelah selesai bersiwak, Rasulullah memandang ke atas, dan bibir beliau berkomat-kamit pelan hingga Aisyah ra mendekatkan wajahnya dan mendengar Rasulullah berdo’a:

Nabi Muhammad Saw, Aisyah, Fathimah ra

“Sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri nikmat dari golongan para Nabi, orang-orang yang jujur, para syuhada dan para shalihin. Wahai Allah, ampunilah dosaku, sayangilah aku, dan pertemukan aku dengan-Mu (Kekasihku Yang Maha Tinggi). Wahai Allah, Kekasihku Yang Maha Tinggi.. Wahai Allah, Kekasihku Yang Maha Tinggi.. Wahai Allah, Kekasihku Yang Maha Tinggi.”

Setelah membaca kalimat di atas, Nabi Muhammad Rasulullah membasuh wajahnya dengan air yang tersedia di sisi beliau, dan kembali melafadhkan:

“Sesungguhnya kematian itu akan menghadapi ‘sakaratulmaut’, Wahai Allah, Kekasihku Yang Maha Tinggi.. Wahai Allah, Kekasihku Yang Maha Tinggi.. Wahai Allah, Kekasihku Yang Maha Tinggi..”

Lalu Rasulullah pun menghembuskan nafas terakhirnya.. setelah menyampaikan pesan terakhir Beliau kepada ummatnya;

Nabi Muhammad Saw, Aisyah, Fathimah ra

“Dirikanlah shalat, shalat, shalat! Dan bebaskan budak-budakmu..!”

Nabi Muhammad Saw, Aisyah, Fathimah ra