Doktor Wanita Masuk Islam Karena Mahasiswinya

Dia masuk Islam karena mahasiswinya yang bernama Fathimah. Dulu dia membenci kalimat Islam.Fathimah, Allah Ta’ala, jalan yang lurus

Pada suatu hari kepala jurusan berkata kepadanya: “Kami memiliki seorang mahasiswi muslim yang cerdas dan baik. Dia memiliki syarat yang aneh, yaitu dia harus berada di bawah bimbingan seorang doktor wanita tidak di bawah bimbingan doktor laki-laki!”

Dia katakan: “Saya tidak tahu, saya akan mencobanya. Saya akan menemuinya terlebih dahulu sebelum persetujuan untuk membimbingnya.” Maka dia pun menemuinya.

Fathimah mensyaratkan yang menjaga kemuliaan diri dan agamanya!! Dia memuliakan orang lain, dia muliakan dirinya, agamanya, dan umatnya. doktor wanita memutuskan untuk setuju dan membimbingnya. Maka doktor wanita mengizinkan Fathimah untuk masuk ke kantornya saat memerlukan shalat. Doktor wanita mengawasi shalatnya, dia menoleh setelah shalat, dan sungguh wajahnya bersinar dan bercahaya. Doktor wanita sangat ingin memeluknya, dan memintanya dengan terus terang untuk mengetahui rahasia kebahagiaan yang terus-menerus dan cahaya pada wajahnya?!

Pada suatu kali doktor wanita gagal dalam menjalankan perkerjaan rutinnya. Maka Fathimah tersenyum dan berkata: “Sesungguhnya ini adalah termasuk pengaturan Allah Ta’ala.” Maka doktor wanita bertanya kepadanya, maka dia pun menjelaskan kepada doktor wanita tentang iman terhadap qadha dan qadar!! Doktor wanita berpikir seandainya memiliki iman tersebut, agar tidak bosan dengan jiwanya, tidak menggerutu atas kegagalannya yang menjadikannya merasa gundah.Fathimah, Allah Ta’ala, jalan yang lurus

Doktor wanita pun meminta Fathimah memberikan informasi tentang agamanya. Maka dia menghadiahkan kepada doktor wanita sebuah mushhaf, yang di dalamnya telah diterjemahkan makna-makna kalimat. Doktor wanita terhenti pada dua ayat yang ada di halaman pertama:

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka.” (QS. Al-Fatihah: 6-7)

Siapakah mereka yang telah diberi nikmat oleh Allah? Apakah jalan yang lurus itu? Doktor wanita terus mengulang-ulang kedua ayat tersebut tanpa sadar, doktor wanita pun hampir berteriak. Kemudian pecahlah tangisannya, dan doktor wanita berteriak tanpa sadar: “Wahai Tuhanku, tunjukilah saya jalan yang lurus, tunjukilah saya jalan yang lurus!! Sungguh saya telah hidup dalam jalan yang bengkok, gelap, dan derita!” Kemudian doktor wanita menguasai diri dan bertanya-tanya: Apakah jalan yang lurus itu?! Doktor wanita kembali lagi melihat kepada al-Qur`an, maka datanglah jawabannya yaitu jalannya orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah Ta’ala atas mereka. Siapakah mereka menurut pendapat anda?!

Jiwa doktor wanita menjawabnya, dari lubuk hati yang paling dalam. Mereka itu adalah orang-orang seperti Fathimah!! Doktor wanita pun menangis, dan dia mengulang-ulang do’a, “Tunjukkanlah kepada saya jalan yang lurus wahai Tuhanku!” Pada malam itu doktor wanita tidak bisa tidur dengan baik. Pagi harinya dia menemui Fathimah. Dia memuliakan dan menghormati Fathimah dengan penghormatan yang lebih dari biasanya, seakan-akan doktor wanita adalah mahasiswi dan Fathimah adalah dosen.Fathimah, Allah Ta’ala, jalan yang lurus

Doktor wanita pun mengabarkan kepada Fathimah akan keputusannya!! Dia ingin di pagi ini menjadi orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah atas mereka!!

Fathimah mengurus urusan pernyataan keislaman doktor wanita melalui Islamic Center. Doktor wanita merasakan nikmatnya kebahagiaan dan manisnya iman. Dia mencintai Allah, mencintai saudari-saudarinya yang muslimah, terikat dengan mereka di rumah Allah, menjadi ibu bagi yang kecil di antara mereka, menjadi teman bagi yang besar, dan ini adalah sesuatu yang paling mahal yang dia temui dalam kehidupannya.